Iklim - Suci Dalam Debu

Lirik Iklim - Suci Dalam Debu

Engkau bagai air yang jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat
Kesucian terlinding jua

Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbezaan terlihat antara kita

Kuharapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa

Suatu hari nanti
Pastikan bercahaya
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama

Di situ kita lihat
Bersinarlah hakikat
Debu jadi permata
Hina jadi mulia

Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Kerana cinta lautan berapi
Pasti akan kurenang jua


Salah satu pentolan grup band Iklim, Saleem Majeed telah meninggal pada usia 56 tahun di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad.

Penyanyi senior asal Malaysia yang meninggal akibat kecelakaan ini sangat terkenal di tahun 1990an bersama grup band Iklim yang beraliran slow rock.

Mereka pernah menggebrak industri Malaysia lewat singel “Suci Dalam Debu” dari album Satu Kesan Abadi (1997). Lagu tersebut tidak hanya hits di Malaysia tapi juga Indonesia.

Suci Dalam Debu yang berhasil nge-hit di Asia, termasuk Indonesia. Lagu itu menduduki puncak tangga musik di berbagai negara di awal tahun 1990-an.

“Suatu hari nanti pasti kan bercahaya. Pintu akan terbuka kita langkah bersama. Di situ kita lihat bersinarlah hakikat debu jadi permata, hina jadi mulia,” begitu bunyi lirik pada bagian reff lagu ini.

Suci Dalam Debu sendiri menceritakan tentang makna cinta di dalam jiwa yang begitu dalam. Liriknya banyak berisi tentang kekuatan seseorang untuk memperjuangkan rasa cintanya meski harus dipandang hina orang lain.

Bersama Iklim, nama Saleem pun terdengar ke luar Malasyia. Dari Indonesia hingga Thailand bahkan Australia. Lagu-lagu lain dalam album debut Saleem itu antara lain Hakikat Sebuah Cinta, Sandiwara Cinta Semusim Ammarah Bujang Kota, dan Seribu Penghargaan.

SUMBER: VIVA

No comments:

Post a Comment